From now on we Elev8
We're more than just a broker. We're an all-in-one trading ecosystem—everything you need to analyse, trade, and grow is in one place. Ready to elevate your trading?
We're more than just a broker. We're an all-in-one trading ecosystem—everything you need to analyse, trade, and grow is in one place. Ready to elevate your trading?
Riset DBS Group memprakirakan Otoritas Moneter Singapura (MAS) akan sedikit menaikkan kemiringan pita kebijakan Nilai Tukar Efektif Nominal Dolar Singapura (SGD NEER) pada pertemuan 14 April, membalikkan pelonggaran tahun lalu. Bank ini melihat prioritas kebijakan bergeser ke inflasi impor seiring Brent yang tetap di sekitar USD100 dan ekspor yang tetap tangguh. MAS juga diperkirakan akan menaikkan prakiraan inflasi inti dan inflasi keseluruhan seiring dengan PDB Kuartal I 26 yang kuat namun melambat.
"Kami memprakirakan MAS akan sedikit menaikkan kemiringan pita kebijakan SGD NEER dalam pernyataan tanggal 14 April."
"Kami memandang langkah ini sebagai normalisasi yang membalikkan pengurangan kemiringan tahun lalu untuk menghadapi lanskap inflasi global yang lebih tinggi yang dipicu oleh konflik Timur Tengah."
"Dengan harga minyak Brent yang tetap tinggi sekitar USD100 per barel, dan ekspor yang tetap tangguh, prioritas kebijakan telah beralih ke penanganan inflasi impor sebelum mengganggu ekspektasi harga dasar."
"Untuk mencerminkan hal ini, kami memprakirakan MAS akan menaikkan prakiraan inflasi inti menjadi 1,5-2,5% (dari 1-2%) dan proyeksi CPI-All Items lebih tinggi untuk mencerminkan kejutan energi saat ini."
"Juga akan dirilis bersamaan dengan keputusan kebijakan MAS adalah prakiraan awal PDB Kuartal I 26, yang kami perkirakan mencapai 5,4% yoy (-1,1% qoq sa), dibandingkan dengan 6,3% yoy (2,1% qoq sa) di Kuartal IV 25."
(Artikel ini dibuat dengan bantuan alat Kecerdasan Buatan dan ditinjau oleh editor.)