From now on we Elev8

We're more than just a broker. We're an all-in-one trading ecosystem—everything you need to analyse, trade, and grow is in one place. Ready to elevate your trading?

Harga Emas Indonesia Hari Ini: Emas Turun, Menurut Data FXStreet

Harga emas di Indonesia turun pada hari Jumat, menurut data yang dikumpulkan oleh FXStreet.

Harga emas berada di angka 2.604.175,00 Rupiah Indonesia (IDR) per gram, turun dibandingkan dengan harga 2.609.867,00 Rupiah pada hari Kamis.

Harga emas turun menjadi 30.378.710,00 Rupiah per tola dari 30.440.980,00 Rupiah per tola sehari sebelumnya.

Satuan Ukuran

Harga Emas dalam IDR

1 Gram

2.604.175,00

10 Gram

26.045.370,00

Tola

30.378.710,00

Ons Troy

81.000.780,00

FXStreet menghitung harga emas di Indonesia dengan menyesuaikan harga internasional (USD/IDR) ke mata uang dan satuan pengukuran lokal. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan kurs pasar yang diambil pada saat publikasi. Harga tersebut tidak mencerminkan harga jual fisik di pasar domestik, yang dapat berbeda secara signifikan karena faktor premi, biaya distribusi, dan dinamika permintaan lokal.

Pertanyaan Umum Seputar Emas

Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilaunya dan kegunaannya sebagai perhiasan, logam mulia tersebut secara luas dipandang sebagai aset safe haven, yang berarti bahwa emas dianggap sebagai investasi yang baik selama masa-masa sulit. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.

Bank-bank sentral merupakan pemegang Emas terbesar. Dalam upaya mereka untuk mendukung mata uang mereka di masa sulit, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli Emas untuk meningkatkan kekuatan ekonomi dan mata uang yang dirasakan. Cadangan Emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan bagi solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton Emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini merupakan pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari negara-negara berkembang seperti Tiongkok, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan Emasnya.

Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi Pemerintah AS, yang keduanya merupakan aset cadangan utama dan aset safe haven. Ketika Dolar terdepresiasi, Emas cenderung naik, yang memungkinkan para investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset-aset mereka di masa sulit. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset-aset berisiko. Rally di pasar saham cenderung melemahkan harga Emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.

Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau ketakutan akan resesi yang parah dapat dengan cepat membuat harga Emas meningkat karena statusnya sebagai aset safe haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, Emas cenderung naik dengan suku bunga yang lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya membebani logam kuning tersebut. Namun, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset tersebut dihargakan dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menjaga harga Emas tetap terkendali, sedangkan Dolar yang lebih lemah cenderung mendorong harga Emas naik.

(Alat otomatisasi digunakan dalam pembuatan artikel ini.)

Prakiraan Harga Indeks Dolar AS: Berupaya Stabil di Atas EMA 20-Hari Setelah Rally Tiga Hari

Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak nilai Greenback terhadap enam mata uang utama, mempertahankan kenaikan di dekat tertinggi mingguan sekitar 99,00 dalam perdagangan Asia pada hari Jumat
Read more Previous

Penjualan Ritel Inggris Melonjak 0,7% MoM di Bulan Maret versus 0,2% yang Diprakirakan

Penjualan Ritel, ukuran utama belanja konsumen, di Inggris (UK) pulih 0,7% MoM pada bulan Maret setelah turun sebesar 0,6% yang direvisi pada bulan Februari, data terbaru yang diterbitkan oleh Kantor Statistik Nasional (ONS) menunjukkan pada hari Jumat
Read more Next