นับต่อจากนี้ เราคือ Elev8
เราไม่ได้เป็นแค่โบรกเกอร์ แต่เป็นระบบนิเวศการเทรดครบวงจร ทุกสิ่งที่คุณต้องการในการวิเคราะห์ เทรด และเติบโตอยู่ในที่เดียว พร้อมยกระดับการเทรดของคุณหรือยัง?
เราไม่ได้เป็นแค่โบรกเกอร์ แต่เป็นระบบนิเวศการเทรดครบวงจร ทุกสิ่งที่คุณต้องการในการวิเคราะห์ เทรด และเติบโตอยู่ในที่เดียว พร้อมยกระดับการเทรดของคุณหรือยัง?
Reserve Bank of India (RBI) berpacu dengan waktu untuk membuat inflasi kembali terkendali. Para ekonom di Commerzbank memperkirakan kenaikan suku bunga lebih lanjut sepanjang sisa 2022 tetapi bias bagi USD/INR masih ke sisi atas.
"Kami mencari kenaikan 50bp dan 25bp pada bulan Juni dan Agustus masing-masing dari 4,40% saat ini. Ini akan membawa suku bunga acuan kembali ke level pra-pandemi sebesar 5,15%. Setelah itu, kita masih bisa melihat kenaikan 50bp lagi dalam dua pertemuan yang tersisa untuk tahun ini, pada bulan September dan Desember."
"Arah kebijakan untuk RBI tidak ambigu. Ini untuk melabuhkan ekspektasi inflasi. Kita bisa melihat RBI menaikkan perkiraan inflasi sekali lagi pada pertemuan berikutnya dari 5,7% saat ini untuk tahun fiskal saat ini 2022-2023."
"Dalam hal implikasi bagi INR, kenaikan suku bunga akan memberikan beberapa dukungan. Namun demikian, bias untuk USD/INR masih ke sisi atas, tetapi kami menduga RBI akan tertarik untuk mengurangi kelemahan INR untuk menahan harga impor dan tidak memperburuk gambaran inflasi."